Pengertia Naimitika Karma
Naimitika Karma merupakan Yadnya yang pelaksanaannya pada hari tertentu.

Om Swastyastu. Selain Mengenal 5 Jenis Yadnya yaitu Panca Yadnya, Agama Hindu juga mengenal dua jenis pelaksaan Yadnya menurut waktunya. Yaitu Nitya Karma dan Naimitika Karma. Nitya Karma merupakan pelaksanaan Yadnya yang kita laksanakan setiap hari, seperti Pelaksaanaan Puja Trisandya, Yadnya Sesa, Surya Sewana dan lainnya. Sedangkan pengertian dari Naimitka Yadnya merupakan pelaksanaan Yadnya pada waktu - waktu tertentu, seperti Hari Raya Galungan, Kuningan, Purnana, Tilem, Kajeng Kliwon dan lainnya.

 

Yadnya merupakan sebuah persembahan suci secara tulus ikhlas kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan Yadnya tidak harus mengenal waktu, keadaan dan tingkatannya. Tetapi melaksanakan Yadnya harus kita lakukan kapanpun. Bahkan pelaksanaannya harus setiap saat, setiap waktu dan sampai kapanpun selama kita ada di Dunia ini.

 

Pada kesempatan kali ini, akan fokus membahas tentang Naimitka Karma, Sedangkan untuk pembahasa Nitya Karma, terdapat pada artikel yang berbeda. Berikut link pembahasannya Nitya Karma.

Pengertian Naimitika Karma

Naimitika Karma merupakan pelaksanaan Yadnya pada hari - hari tertentu, misalnya berdasarkan sasih dan pawukon. Seperti Hari Raya Galungan, Kuning, Purnama, Tilem dan Lainnya. Seperti halnya perayaan ulang tahun yang kita rayakan pada tanggal kelahiran kita. Begit halnya pelaksanan Naimitika Karmi yang pelaksanaanya pada hari - hari tertentu sesuai denga hari - hari baik.

 

Naimitika Karma adalah pelaksanaan Yadnya secara berkala, berati pelaksanaan yadnya bersifat tetap dan pelaksanaannya secara berulang - ulang berdasarkan kurun waktu tertentu. Seperti Hari Raya Galungan yang pelaksanaanya setiap 6 bulan sekali (210 hari) dan jatuh setiap Rabu / Budha Kliwon wuku Dungulan.

 

Pelaksanaan Upakara berdasarkan Naimitika Karma yaitu menggunakan perhitungan Panca Wara, Sapta Wara, Wuku, Sasih / Bulan, dan Varsa / Tahun.

Jenis - Jenis Pelaksanaan Naimitika Karma

Berdasarkan Sasih atau Bulan

Dalam Agama Hindu memiliki perayaan Upacara keagaam berdasarkan Sasih / Bulan. yaitu Purnama dan Tilem. Sehingga Hari yang pelaksanaan setiap Purnam dan Tilem, tergolong Naimitika Karma. Contoh perayaan Yadnya berdasarkan sasih yaitu Hari Raya Siwaratri (Purwaning Tilem ka Pitu/ VIII), Hari Raya Nyepi atau Tahu Baru Caka (penaggal apisan sasih Kadasa/ X), Hari Raya Kasadha dan Hari Purnama Tilem.

 

Dalam Lontar Purwa Gama menyebutkan, hendaknya Manusia melaksanakan persembhayangan dan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi pada saat Purnama dan Tilem. Bertujuan untuk memohon penyucian diri, berkat dan juga kesejahtraan. Selain itu, Purnama dan Tilem juga mengajarkan Manusia tentang adanya baik dan buruk, suka dan duka. Kedua hal tersebut akan selalau berputar mengelilingi manusia secara berkala dan tak akan pernah berhenti.

 

Oleh sebab itu, ketika mengalami kesenangan janganlah terlalu larut akan kesenangan. Begitu halnya pada saat mengalami kesedihan, janganlah terlalu larut akan kesedihan. Bangkitlah, karena cahaya kebahagian akan menyambut.

Berdasarkan Kejadian atau Peristiwa yang Perlunya Pelaksanaan Yadnya

Peristiwa atau kejadian dapat berarti sesuatu hal yang memilki keanehan, dah hal - hal tersebut tidak kita harapkan untuk terjadi. Kejadian terebut tidak pernah kita duga, dan kejadian tersebut tidak bisa kita hindari. Karena peristiwa tersebut sudah terjadi, makan kita berkewajiban untuk melaksaakan upacara Yadnya. Adapun contoh pelaksanaan Yadnyanya yaitu Upaca Ngulapin untuk orang jatuh / kecelakaan, Yadnya Rsi Gana, Yadnya Sudi Wani dan lainnya

Berdasarkan Perhitungan Wara

Dalam prasasti Berbahasa Jawa Kuna menyebutkan kata wewaran. Wewaran berasala dari kata "wara" yang artinya hari. Wewaran terdiri dari sepuluh bagian, yiatu Eka Wara, Dwi Wara, Tri Wara, Catur Wara, Panca Wara, Sad Wara, Sapta Wara, Asta Wara, Sanga Wara, Dasa Wara. Bagi Umat Hindu Bali, menggunakan wewara sebagai penentu hari baik dan buruk dalam memulai suatu pekerjaan.

 

Hari Raya yang pelaksanaanya berdasarkan Wara, baisanya antara pertemua dua jenin Wewaran. Pertemuan Tri Wara dan Panca Wara, seperti hari Kajeng Kliwon. Pertemuan antara Sapta Wara dan Panca Wara, seperti Buda Wage, Buda Kliwon, dan Anggara Kasih.

Berdasarkan Perhitungan Wuku

Wuku terdiri dari 30 bagian, yaitu Sinta, Landep, Ukir, Kulantir, Tolu, Gumbreg, Wariga, Warigaden, Julungwangi, Sungsang, Dungulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Klurut, Merakih, Tambir, Medangkungan, Matal, Uye, Menail, Prangbakan, Bala, Ugu, Wayang, Klawu, Dukut, dan Watugunung. Setiap Wuku terdiri dari 7 Hari (Sapta Wara), ibarat pergantian Wuku setiap 7 hari sekali. Wuku bergeser setiap 7 Hari, sehingga setiap rotasi wuku terdiri dari 210 hari (7x30).

 

Hari Raya besar Agama Hindu, biasanya perayaannya setiap 210 hari sekali. Perhitungannya menggunakan perpaduan antara Sapta Wara, Panca Wara dan Wuku. Contohnya Hari Raya Galungan yang perayaanya setiap Buda Kliwon Dungulan. Buda merupakan bagian dari Sapta Wara, Kliwon bagian dari Panca Wara dan Dungulan bagian dari Pawukon / Wuku.

Contoh Pelaksanaan Naimitika Karma

Berikut merupakan contoh - contoh pelaksanaan Yadnya berdadarkan Naimitika Karma yang bisa kita terapkan dan laksanakan, seperti :

  1. Melaksanakan odalan di Pura,
  2. Melaksanakan Upacara Keagamaan pada hari - hari tertentu ataupun pada Hari Raya,
  3. Melaksanakan Upara Ngaben,
  4. Melaksanakan Upacar Otonan (hari lahir),
  5. Melaksanakan Pecaruan,
  6. Berdana Punia,
  7. Menyumbang Punia pada saat terjadinya bencana,
  8. Melaksanakan Tirta Yatra ketempat - tempat suci,
  9. Upacara Potong Gigi atau Metatah,
  10. Upacara Perkawinan atau Pawiwahan.

Kesimpulan

Agama Hindu mengenal dua pelaksanaan Yadnya berdasarkan waktunya, yaitu Nitya Karma dan Naimitka Karma. Nitya Karma merupakan pelaksanaan Yadnya yang setiap hari kita lakukan, dan Naimitika Karma merupakan pelaksanaan Yadnya pada hari - hari tertentu.

 

Perayaan Yadnya berdasarkan Naimitika Karma menggunakan perhitungan Sasih / Bulan, Pawukon, Wewaran dan pelaksanaannya berdasarkan kejadian yang terjadi. Cotoh pelaksanaan Yadnya berdasarkan Sasih seperti Hari Purnama dan Tilem, Berdasarkan Pawukon seperti Hari Raya Galungan, Berdasarkan Wewaran seperti Kajeng Kliwon, dan Berdasarkan kejadian tertentu seperti Ngulapin.

 

Adapun contoh - contoh kecil yang bisa kita langksanakan dalam pelaksanaan Yadnya berdasarkan Naimitika Karmya yaitu melaksanakan persembahyangan di Pura pada saat odalan, Upacara Potong Gigi, Pawiwahan dan lainnya. Om Shanti-Shanti-Shanti Om

Daftar Pustaka

  1. Pengertian Nitya Dan Naimitika Yajña Serta Contohnya
  2. Pendidikan Agama Hindu untuk SD Kelas VI Kelas 6 Kartiko Sumino 2011
  3. Wariga: Pengetahuan Perhitungan Waktu Tradisional Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top