Pengertian Tri Rna sebagai Dasar Pelaksanaan Yadnya
Tri Rna adalah tiga kewajiban manusia sejak terlahir di Dunia. Tiga kewajiban / hutang tersebut meliputi Dewa Rna, Pitra Rna, dan Rsi Rna.

Tri Rna berasal dari bahasa sansekerta yaitu Tri yang artinya tiga dan Rna artinya kewajiban. Jadi Tri Rna adalah tiga kewajiban manusia sejak terlahir di Dunia. Tiga kewajiban / hutang tersebut meliputi, Dewa Rna adalah hutang jiwa kepada Ida Sang Hyang Widhi, Pitra Rna adalah hutang hidup kepada Leluhur / Orang Tua, dan Rsi Rna adalah hutang pengetahuan kepada Para Rsi.

Konsep Tri Rna

Umat Hindu memiliki kepercayaan dasar dalam ajaran Agama Hindu yaitu Panca Sradha. Terdiri dari lima kepercayaan dasar yaitu percaya adanya Tuhan, Karma Phala, Atma, Reingkarnasi dan Moksa. Kelima keyakinan tersebut selalu menjadi dasar dalam setiap gerak langkah umat Hindu, karena Karma akan selalu tercipta di setiap aktivitas manusia.

 

Terlahir di Dunia ini merupakan hasi dari sebuah sebab kehidupan terdahulu. Hasi berbuatan tersebut merupakan Karma phala atau hukum sebab akibat. Sehinga akan menciptakan kelahiran secara berulang - ulang berdasarkan hasil Karma. Kelahiran merupakan bagian dari pendidikan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Peningkatan kualitas kehidupan akan membawa seseorang pada tujuan akhir yaitu mencapai Moksa.

 

Selain membawa buah Karma dari kehidupan terdahulu, pada kehidupan sekarang juga memiliki kewajiban yang harus di bayar. Kewajiban tersebut yaitu Tri Rna terdiri dari Dewa Rna, Pitra Rna dan Rsi Rna. Dewa Rna merupakan hutang Atma kepada Tuhan, Pitra Rna merupakan Hutang kehidupan kepada Orang Tua dan Rsi Rna merupakan hutang Pengetahuan kepada Guru, Rsi, Pandita dan Lainnya.

 

Pelaksanaan Yadnya mampu membayar ketiga hutang tersebut, dalam implementasinya melaksanakan Panca Yadnya. Bagian dari Panca Yadnya yaitu Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya dan Bhuta Yadnya.

 

Konsep Tri Rna memiliki hubungan erat dalam pelaksanaan Panca Yadnya, karena ketiga kewajiban tersebut mampu di bayar dengan jalan Yadnya.

  1. Pelaksanaan Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya mampu membayar hutang Dewa Rna,
  2. Pelaksanaan Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya mampu membayar hutang Pitra Rna,
  3. Pelaksanaan Rsi Yadnya mampu membayar hutang Rsi Rna.

Pengertian Tri Rna

Tri Rna berasal dari bahasa sansekerta yaitu Tri yang artinya tiga dan Rna artinya kewajiban. Jadi Tri Rna adalah tiga kewajiban manusia sejak terlahir di Dunia. Tiga kewajiban / hutang tersebut meliputi, Dewa Rna adalah hutang jiwa kepada Ida Sang Hyang Widhi, Pitra Rna adalah hutang hidup kepada Leluhur / Orang Tua, dan Rsi Rna adalah hutang pengetahuan kepada Para Rsi.

 

Ajaran Tri Rna mengajarkan kita untuk mengerti hak dan kewajiban dalam kehidupan. Sehinga akan menutun kita untuk mengerti dan menyadari kewajiban yang harus di bayar. Tiga kewajiban tersebut dapat di bayar dengan melaksanakan upacara Yadnya, yang dalam implementasinya melaksanakan Panca Yadnya.

Bagian Tri Rna

Dewa Rna

Dewa Rna adalah hutang kepada para Dewa sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widi Wasa yang telah menciptakan alam beserta isinya. Hutang ini terjadi karena percikan Atma kepada semua makhluk tak terkecuali manusia.

Pelaksanaan implementasi Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya mampu membayar hutang Dewa Rna. Implementasi pelaksanaan Dewa Yadnya dapat berupa :

  1. Melaksanakan persembahyangan,
  2. Memelihara, menjaga dan menyayangi segala ciptaan Tuhan,
  3. Melaksanakan perintah dan penjauhi segala larangan Tuhan sebagaimana tuntunan Agama,
  4. Melaksanakan piodalan atau Yadnya.

Sedangkan pelaksanaan Implementasi Bhuta Yadnya dapat melakukan Pecaruan dan Tawur Agung.

Rsi Rna

Rsi Rna merupakan hutang budi kepada para Rsi atau Orang Suci atau Guru. Orang suci adalah orang taat pada ajaran Hindu dan memiliki tugas sebagai pembina dan pelayan umat Hindu. Para Rsi / Orang Suci berjasa dalam memberikan ilmu pengetahuan dan bimbingan dalam melaksanakan Yadnya. Jasa tersebut menjadikan manusia memiliki kewajiban untuk melakukan Rsi yadnya.

Implementasi pelaksanaan Rsi Yadnya dapat berupa :

  1. Tekun mempelajari kitab - kitab suci,
  2. Memahami dan mengamalkan Ilmu Pengetahuan,
  3. Pada hari tertentu meberi punia kepada para Rsi yang telah berjada dalam memberikan pengetahuan,
  4. Memberikan daksina kepada para Rsi yang telah menyelesaikan suatu Upakara.
  5. Melaksanakan Rsi Bojana,
  6. Menghaturkan sujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa pada hari raya Saraswati sebagai hari lahirnya ilmu pengetahuan.

Pitra Rna

Pira Rna merupakan hutang jasa kepada leluhur baik yang telah meninggal atau masih hidup. Kata Pitra berasa dari bahasa Sangsekerta "pitr" yang berarti Ayah dan Ibu. Bentuk jamaknya adalah "Pitara" yang berarti nenek moyang. Pitara merupakan kewajiban kepada Orang Tua / Leluhur / Nenek Moyang. Orang Tua memiliki jasa yang sangat besar dalam kehidupan seseorang, karena tanpa adanya Orang Tua seseorang tidak dapat mengalami kelahiran. Jasa - Jasa tersebut menjadikan manusia yang terlahir ke Dunia memiliki kewajiban untuk melaksanakan Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya.

 

Pitra Yadnya merupakan suatu bentuk persembahan kepada Orang Tua / Leluhur / Nenek Moyang. Sedangkan Manusa Yadnya merupakan suatu bentok korban suci untuk memelihara hidup dan membersihkan lahir batin manusia.

Implementasi pelaksanaan Pitra Yadnya dapat berupa :

  1. Menghormati Orang Tua dan melaksanakan perintahnya,
  2. Menuruti nasehat Orang Tua,
  3. Membantu pekerjaan Orang Tua dengan sukarela,
  4. Merawat Orang Tua yang sedang sakit,
  5. Melaksanakan upacara pengabenan bagi Orang Tua yang telah meninggal,
  6. Melaksanakan pemujaan kepada roh - roh suci leluhur yang bergelar Dewa Hyang Pitara.

Implementasi pelaksanaan Manusa Yadnya dapat berupa :

  1. Rajin merawat diri,
  2. Melaksanakan upakara untuk meningkatkan kesucia diri. Seperti meotonan, metatah, mewinden dan lain - lain,
  3. Saling menghargai dan menghormati sesama,
  4. Tolong menolong antar sesama,
  5. Tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.

 

Kesimpulan

Manusia memiliki 3 kewajinan (Rna), Karena umat Hindu meyakini dan percaya dengan konsep dasar Panca Sradha. Salah satu konsep tersebut tertuang kepercayaan Karma Phala/ hukum sebab akibat. Terlahir di kehidupan sekarang merupakan hasil karma pada kehidupan terdahulu. Adapun tujuan terjadinya terlahir secara berulang - ulang yaitu agar mencapai moksa. karena untuk mencapai tujuan tersebut, saat terlahir di kehidupan sekarang harus mampu menghasilkan karma yang baik.

 

Selain membawa hasil Karma kehidupan terdahulu. Kita juga memiliki 3 kewajiban, yaitu kewajiban kepada Tuhan karena telah memberikan kita Atma, Kewajiban kepada Orang Tua karena telah melahirkan dan merawat kita sampai besar, dan kewajiban kepada Guru, Rsi, Pandita dan lainnya karena telah memberikan kita ilmu pengetahuan.

 

Susah rasanya untuk mencapai moksa apabila kita tidak membayar ketiga hutang tersebut. Apalagi sampai kita tidak percaya dengan Tuhan, kurang bersikap baik kepada kedua Orang Tua / Leluhur dan tidak mengamalkan ilmu pengetahuan sesuai dengan ajaran Agama. Pada Akhirnya di kehidupan kita selanjutnya harus menanggung karma yang buruk.

 

Menigkatkan kualitas diri merupakan sebuah keharusan. Karena diri kita sekarang merupakan titipan dari kehidupan terdahulu. Jangan sampai karena keegoisan diri sendiri, diri kita pada kehidupan nanti menanggung buah karmanya.

 

Daftar Pustaka

  1. https://forumstudimajapahit.com/tri-rna/
  2. https://buleleng.pikiran-rakyat.com/
  3. Yadnya Sebagai Penguat Nilai Pendidikan Karakter
  4. Pengembangan Media Video Pembelajaran 3D Life Shoot Mengenai Tri Rna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top